TUJUAN PENDIDIKAN YANG SESUNGGUHNYA

Seseorang disekolahkan oleh orang tuanya tentu agar menjadi seseorang yang cerdas dan berperilaku baik.
Itu adalah tujuan diadakannya pendidikan di negara indonesia, yaitu Taqwa, Cerdas dan Terampil.
Dengan tujuan ini sudah seharusnyanya seseorang yang telah memasuki dunia pendidikan harus berbeda dengan orang yang belum pernah mengenyam pendidikan. Perbedaan itu tentu harus terlihat dari ketaqwaan, kecerdasan dan ketrampilannya. Manakala tidak ada perbedaan apalah artinya pendidikan baginya.

Semakin tinggi pendidikan seseorang, dari sisi ketaqwaan maka dia harus lebih bertaqwa. Mengapa? Karena semakin tinggi pendidikan berarti dia semakin tau tentang hal yang baik dan yang buruk, mana yang jahat dan tidak jahat. Kalau dia tidak semakin taqwa, dia pasti akan menjadi seseorang yang sombong, angkuh karena telah mampu mengenyam pendidikan yang tinggi. Dari sisi perasaan seseorang yang berpendidikan tinggi pasti lebih egois dan kurang menghargai perasaan orang lain jika tujuan taqwa ini tidak ada padanya. Karena dengan peningkatan ketaqwaan ini seseorang akan lebih santun, berakhlak mulia dan dapat menghargai perasaan sesama, tentunya dengan pengetahuan yang dia miliki.
Kemudian seseorang yang berpendidikan pasti menjadi lebih cerdas. Ini menjadi tujuan utama orang tua memasukkan anaknya untuk masuk dunia pendidikan. Terkadang orang tua lupa bahwa ketaqwaan adalah modal utama untuk hidup (sisi rohani). Orang yang cerdas tidak bertaqwa dia akan menjadikan kecerdasannya untuk mengbohongi orang lain, dan hal negatif lainnya.

Demikian pula keterampilannya, kalau dia tidak bertaqwa ketampilannya akan digunakan untuk menjahili orang lain. Contohnya banyak orang yang karena kepandaiannya dia kirim virus komputer ke user lain. Ada juga yang terampil membuat bom untuk teror.
Disisi lain memang tak mudah menciptakan generasi yang bertaqwa. Lebih mudah menciptakan generasi yang cerdas dan terampil daripada menciptakan generasi yang bertaqwa. Tetapi paling tidak untuk meminimalkan seseorang yang cerdas menjadi jahat. Kita semua pasti setuju kejahatan tidak akan pernah hilang dimuka bumi, tapi apakah kita harus menyerah? Tidak. Manusia diwajibkan untuk menyerukan kebaikan dan menjauhi kejahatan oleh Tuhan. Jika itu sudah kita lakukan maka hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan. Kita telah berusaha dan tak pernah lelah menyeru untuk kebaikan.
Orang tua dan guru harus bisa menjadi teladan dalam hal ketaqwaan bagi anak/ anak didiknya.
Disini pentingnya ketiga tujuan diatas agar benar-benar di tanamkan pada anak didik sejak taman kanak-kanak. Meninggalkan salah satunya menyebabkan kehidupan tidak seimbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: